The FourtyFive – Bertahan Tanpamu

Cikal bakal terbentukya band ini awalnya dimulai pada tahun 2005 saat beberapa personelnya sama sama duduk di bangku SMP. Adalah Adit (Drum) dan Hannu (Bass) yang pada saat itu bermain di band bernama MOHANDES yang dibentuk bersama beberapa temannya guna mengikuti kegiatan festival band pelajar. MOHANDES saat itu beranggotakan Fani (Vokal), Hannu (Gitar), Zaenal (Gitar), Awal (Bass), dan Adit (Drum).

Setelah lulus SMP Adit dan Hannu yang masih bermain bersama dan melanjutkan di SMA yang sama kemudian mengajak Gilar untuk bermain gitar dan kemudian atas usulan Gilar dicetuskanlah nama The45. Gilar sendiri sebelumnya merupakan teman satu angkatan SMP namun melanjutkan di SMA yang berbeda. Nama The45 sendiri secara resmi digunakan pada tanggal 11 januari 2007 dengan beranggotakan Bani (vokal), Gilar (Gitar), Dipta (Gitar), Ardi (Keyboard), Hannu(Bass), Adit (Drum) yang pada saat itu lagi lagi dibentuk untuk orientasi kegiatan festival band pelajar. Bani yang merupakan teman sekelas Gilar diajak untuk mengisi posisi vokal, sedangkan Dipta yang dulunya juga merupakan teman satu SMP Adit, Hannu dan Gilar pun diajak untuk bergabung. Untuk menambah suasana lain, kemudian Ardi yang merupakan adik kelas pada saat masih SMP pun diajak bergabung. Selama perjalanan bermusiknya di panggung festival The45 sedikit banyak mendapatkan prestasi.

Seiring perjalanan bermusiknya, band yang mengusung genre pop ini pun mengalami beberapa pergantian personel dikarenakan beberapa diantara lebih memilih fokus melanjutkan studinya dan kesibukan lainnya hingga pada akhirnya tepatnya tahun 2011 band ini secara resmi dihuni oleh Yayan (Vokal), Gilar (Gitar), Hanu (Bass), dan Adit (Drum). Yayan sendiri merupakan adik kelas Gilar pada saat SMA. Meski melanjutkan di Universitas dan kota yang berbeda selepas lulus SMA yaitu Yayan dan Gilar melancong ke kota Jogjakarta sedangkan Adit dan Hannu melancong ke kota Semarang namun band ini tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan mengisi event event musik di beberapa tempat, mulai dari acara kampus, gigs, opening act maupun cafe. Setelah itu pada tahun 2016 kami menambahkan Aan untuk mengisi posisi gitar. Untuk beberapa keperluan dan alasan, band ini pun menambahkan additional keyboard untuk keperluan live perform, tercatat Reiza Dita dan Brianda pun sering mengisi posisi ini.

Untuk menambah pengalaman dan jam tebang serta relasi yang lebih luas, maka pada tahun ini kami pun memutuskan untuk mencari peruntungan dengan hijrah ke Ibukota. Dan pada akhirnya pada bulan Agustus tahun 2018 The45 diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan salah seorang produser yang sudah tidak asing lagi di indsutri musik yaitu Jimmy Van Houten dan merilis mini album secara digital dengan bendera ATO Production milik Jimmy Van Houten.

Alasan penggunaan nama The45 ialah karena angka 45 identik dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh bangsa indonesia pada tahun sebelum dan sesudah 1945 untuk mendapatkan kemerdekaan mutlak, maka dari itu kami berharap untuk terus bisa berjuang memberikan karya karya kami untuk bisa mendapatkan “kemerdekaan” dalam bidang ini.

Related posts

Leave a Comment