Akses Internet di Seluruh Dunia Akan Mati, Benar gak ya?

Beredar pemberitaan bahwa internet akan mati suri selama dua hari. Beredarnya pemberitaan ini terkait dengan rencana Internet Corporation of Assigned Names and Numbers (ICANN) yang akan melakukan update cryptographic key atas DNS (Domain Name System) dalam dua hari ke depan.

Namun, ternyata hal itu tak sepenuhnya benar. ICANN memang akan melakukan update tersebut, tapi tak akan ada masalah dengan koneksi internetnya. Tapi kalau memang koneksi internetnya bermasalah, yang perlu dilakukan adalah merestart modem agar terhubung ke sistem DNS baru yang digunakan penyedia layanan internet.

Namun jika tetap bermasalah, berarti penyedia layanan internet yang kamu pakai belum menggunakan DNS dengan Resolver baru. Agar kamu nggak bingung, kamu tentu harus mengetahui apa itu DNS. DNS atau Domain Name System bisa dianalogikan sebagai buku alamat untuk internet.

Karena DNS sering mendapat serangan cyber attack, ICANN memutuskan untuk melakukan pergantian key signing key (KSK) pada root server-nya. Dengan pergantian ini, pengguna dipastikan akan mengunjungi situs yang dimaksud, tanpa bisa dibajak oleh hacker.

Pergantian yang dilakukan ICANN ini efeknya kecil. Diprediksikan ICANN hanya 1% dari pengguna internet di seluruh dunia yang akan mengalami masalah. Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mengatakan masyarakat Indonesia tak perlu cemas terkait beredarnya berita internet akan mati suri ini.

Ferdinandus juga mengatakan bahwa yang berpotensi terdampak dari pergantian KSK root server ICANN tersebut adalah DNS resolver milik Internet Service Provider (ISP). Andi Budimansyah selaku Ketua Umum PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia) menjelaskan, pergantian root server ICANN ini telah diantisipasi oleh pengelola nama domain di seluruh dunia sejak dua tahun lalu.

Related posts

Leave a Comment